TV Satelit Gratis Tanpa Biaya Bulanan

TV Satelit Gratis Tanpa Biaya Bulanan

Adakah TV satelit gratis tanpa biaya bulanan? Jawabnya ada. Walaupun biaya penyiaran melalui satelit sangatlah mahal namun ternyata banyak layanan yang mengratiskan siaran. Pengguna cukup menyiapkan alat tempur seperti parabola, LNB, receiver dan kelengkapan lainnya.

Sejak dulu di Indonesia mayoritas pengguna parabola menargetkan satelit Free to Air baik itu dari Indonesia ataupun televisi luar negeri. Jarang sekali yang mau membayar untuk TV satelit berlangganan. Alasannya sudah pasti biaya per bulan yang mahal.

Bagaimana dengan sekarang di tahun 2020 ini? Tidak perlu khawatir karena sekarang masih ada peluang siaran gratis. Sayangnya saat ini mencari gratisan tidak semudah dulu, banyak siaran yang teracak acakan maut yang sulit dibobol. Tidak heran banyak tracker yang menyerah dan memilih menjadi pelanggan Pay TV.

TV Satelit Gratis Tanpa Biaya Bulanan

Gratis disini ya tidak 100% tanpa mengeluarkan duit. Kalian harus menyiapkan peralatan di awal seperti parabola, LNB dan tentunya yang terpenting adalah receiver. Satu-satunya yang bisa diakali adalah parabola. Di luar sana banyak orang yang membuktikan bisa lock satelit dengan wajan ataupun tutup kipas angin.

Menurut freqnesia ada 3 jenis siaran gratis di satelit,

Free To Air (FTA)

Bisa disebut siaran gratis tanpa syarat. Pengguna parabola bisa menikmati siaran FTA dengan receiver merk apapun. Tentunya receiver harus mendukung format video dan audio dari siaran. Misalnya jika formatnya MPEG-4 ya tidak bisa dibuka dengan receiver lama yang hanya support MPEG-2.

Sayangnya dalam sebuah satelit jumlah channel FTA tidak mungkin selengkap PayTV. Untuk mengakali seorang tracker akan lock 3-6 satelit dalam satu dish parabola. Hal semacam ini cukup sulit dilakukan karena kita harus mengatur jarak antar LNB dan kedalaman. Belum lagi membuat bracket tempat LNB yang harus dibuat sendiri (tidak dijual di toko).

C-Band

Satelit C-band yang sering dikawinkan dalam satu dish adalah Palapa D dan Telkom 4. Dengan kombinasi ini kita bisa mendapatkan stasiun TV Nasional yang lengkap kecuali RCTI, MNCTV dan Global TV.

Selain itu bisa ditambahkan Asiasat 7, Asiasat 5 (satelitnya siaran feed), Thaicom 6, Telkom 3s, Chinasat 10 (cari gratisan Skynindo), Intelsat 20, Apstar 6C, Apstar 7 dan masih banyak lagi.

Ku-Band

Satelit Ku-band yang sering dikawinkan adalah Measat 3a (siaran gratis k-vision), Chinasat 11 (Ninmedia), SES 9, Thaicom 4 (Aora TV) dan JCSAT 4B (BigTV).

Target satelit yang dilock memang hanya satelit dengan channel dari Indonesia. Sulit untuk menangkap sinyal satelit negara tetangga karena jangkauan beam satelit Ku-band lebih sempit dari C-band. Kalau mau sih ada Thaicom 8, Intelsat 19 (Arirang World, channelnya pecinta K-Pop), Laosat 1 dll.

Kebanyakan pengguna parabola jaring akan lock 4-5 satelit C-band lalu menambahkan 1-2 LNB Ku-band sebagai tambahan. Dengan begini mereka bisa mendapatkan banyak sekali channel. Sayangnya untuk kualitas memang tidak bisa mengalahkan siaran premium seperti HBO, Fox, Nickelodeon dan Bein Sports.

Meskipun gratis kadang channel FTA juga bisa teracak misalnya ketika ada pertandingan bola, badminton, balap motor dll. Lihat saja Liga 1 Indonesia, walaupun Indosiar di Palapa D itu FTA namun pasti menghilang saat program ditayangkan. Contoh lain adalah Moto GP Trans 7 yang menghilang di Ninmedia dengan alasan pembatasan hak siar.

Free To View (FTV)

Siaran yang gratis tanpa harus membayar biaya bulanan namun dienkripsi (teracak). Untuk membuka acakan, pengguna harus membeli receiver khusus. Beberapa layanan TV satelit mengratiskan siaran setelah membeli paket sekali saja untuk proses aktivasi receiver.

Sejak pertengahan 2019, siaran gratis FTV diburu masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan teracaknya siaran FTA dari tiga stasiun TV MNC Group.

Para emak-emak pun ngamuk karena tidak menyaksikan sinetron RCTI. Banyak anak yang nangis karena tidak bisa nonton Upin Ipin dan Spongebob. Akhirnya para teknisi yang lebih menyarankan FTV dari layanan TV berlangganan. Sekarang RCTI, GTV dan MNCTV hanya bisa dinikmati melalui FTV dari K-Vision, NEX Parabola dan Nusantara HD saja.

Di Indonesia ada beberapa layanan yang memberikan siaran Free To View,

Layanan TV SatelitPita Frekuensi
K-VisionC-band di Palapa D
Ku-band di Measat 3a
NinmediaKu-band di Chinasat 11
(hanya beberapa channel)
NEX ParabolaC-band di Palapa D
Ku-band di Measat 3a
SMV Freesat TVKu-band di ABS 2A
Nusantara HDC-band di Telkom 4
Ku-band di Measat 3b

Ninmedia memang dikenal sebagai layanan TV satelit gratis yang sempat menghebohkan. Sayangnya sekarang beberapa layanan berubah free to view seperti Indosiar dan SCTV. Mereka pun memiliki receiver rekomendasi serta channel premium yang bisa dibeli dari tiviplus.

Membuka Acakan

Yang terakhir ini sering dilakukan pengguna parabola di Indonesia. Siaran yang teracak bisa dibuka dengan key yang tepat. Sebut saja jika siaran terenkripsi BISS, kita masih bisa membukanya dengan bisskey. Contoh lain adalah siaran yang teracak PowerVU, ada harapan dengan menggunakan key terupdate.

Sebut saja channel TV di Thaicom 6 yang banyak teracak BISS, siaran feed di Asiasat 5 yang juga BISS ataupun siaran dari HBO di Intelsat 20 yang menggunakan PowerVu. Sayangnya belakangan BISS dan PowerVU mulai ditinggalkan, banyak channel yang menggunakan acakan maut yang sulit dibobol.

Sebenarnya membuka siaran yang teracak adalah hal ilegal, wong namanya membobol siaran yang dikunci. Sulit ya bagi kita yang tinggal di daerah belum terjangkau sinyal terestrial, berlangganan Pay TV itu terlalu mahal tapi kalau bobol takut dosa. Mudah-mudahan sinyal terestrial makin luas sehingga semua masyarakat pelosok bisa menikmati siaran TV tanpa pusing mikir biaya bulanan.

Akhir Kata

Di tahun 2020 ini masih banyak pilihan TV satelit gratis yang bisa dinikmati pengguna parabola di Indonesia. Yang perlu disiapkan tentunya parabola, LNB, receiver dan kelengkapannya. Siaran gratis tanpa biaya bulanan tersedia di parabola jaring C-band dan parabola mini Ku-band.

Yang paling populer belakangan ini adalah siaran Free To View dari Pay TV. Alasannya karena satu-satunya jalan mendapatkan semua stasiun TV Nasional terutama RCTI, GTV dan MNCTV. Siaran dari Pay TV ini juga gratis namun teracak yang hanya bisa dibuka dengan receiver khusus.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *